DINAMIKA PENDUDUK PEDESAAN
Secara sosiologis, mentalitas individu dominan dibentuk oleh
situasi tata pergaulan dalam masyarakat, termasuk di dalamnya tekanan hidup.
Masyarakat tradisional yang tinggal di desa pada umumnya masih lugu, polos,
jujur, lemah dan pamrih, semangat solidaritas tinggi dan murni. Adapun factor
yang mempengaruhi mentalitas tersebut adalah sbb.
1) Tekanan hidup
terasa lebih ringan.
2) Masih memiliki
waktu yang cukup dan seimbang antara rohaniah dengan keduniawian.
3) Letaknya di
perdalaman berakibat belum banyak dicemari pengaruh media masa.
4) Kehidupan
paguyuban menjadikan warga saling mengenal dan akrab.
Masyarakat perdesaan atau rural community merupakan
masyarakat yang pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani, berkebun,
berladang. System kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan
mempunyai hubungan yang erat serta mendalam di antara anggotanya.
Cara bertani masih dilakukan dengan tradisional dan tidak
efisien karena belum dikenal mekanisasi dalam pertanian. Kegiatan bertani hanya
untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga atau masyarakatnya sendiri, bukan untuk
dijual.
Ditinjau dari aspek kepemimpinan, hubungan antara pemimpin
dan rakyat berlangsung secara informal. Seorang pimpinan memiliki beberapa
kedudukan dan peranan yang sulit dipisahkan, sehingga segala sesuatu dipusatkan
pada seorang kepala desa.
Perubahan pada masyarakat pedesaan sulit dilakukan karena
pola piker masyarakat (terutama generasi tua) masih didasarkan pada tradisi.
Disamping itu juga kurang meratanya proses pembangunan dan informasi sehingga
menimbulkan kondisi ang kontras antara masyarakat perdesaan dengan masyarakat
perkotaan.
Dengan berkembangnya iptek, informasi melalui media masa
mulai masuk ke masyarakat perdesaan. Hal ini berakibat perubahan karakter/watak,
bahkan menghilangkan karakter masyarakat perdesaan. Meskipun pengaruh media
masa tidak selalu negatif.
Di Indonesia, desa memiliki peran penting, mengingat
mayoritas penduduk tinggal di perdesaan. Menurut bintarto, desa memiliki fungsi
berikut.
1) Hinterland atau daerah dukung yang berperan sebagau
daerah pemberi makanan pokok yang tidak dapat dihasilkan kota.
2) Dari sudut ekonomi, berfungsi sebagai lumbung bahan
mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power).
3) Dari segi kegiatan/okupasi, desa merupakan desa agraris,
manufaktur, industry, dan sebagainya.
Masyarakat perdesan memiliki keyakinan yang mendalam
terhadap norma sosial, sehingga mereka memiliki sifat sulit berubah. Hal ini
menguntungkan dalam pembakuan akhlak dan budi perkerti, namum merugikan dalam
perkembangan iptek. Kepatuhan warga bukan karena takut terhadap sanksi sosial,
melainkan keyakinan mendalam akan kebenaran nilai sosial dalam norma. Factor
yang mendukung kepatuhan murni yaitu :
1) Kehidupan rohani lebih tebal dan berkembang lebih subur.
2) Tuntutan hidup relative ringan.
3) Letaknya yang terpencil dan komunikasi tertutup
menghambat masuknya pengaruh negative.
4) Jumlah penduduk relative sedikit dan saling mengenal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar