Rabu, 16 November 2016

LAPORAN PRAKTIKUM PENGINDERAAN JAUH interpretasi foto udara

Interpretasi foto udara
Kota Yogyakarta (Kompleks UGM)




LAPORAN PRAKTIKUM PENGINDERAAN JAUH
Untuk memenuhi tugas terstruktur
mata pelajaran Geografi
Yang dibina oleh Bakti Adisyah, M.Pd.


Di susun oleh :
 Tim Interpretasi Foto Udara (kelompok 2) Kelas XII.IPS.3
·      M.Fauzin Al Habib               {5074}
·      Juniarsi Larasari                 {5030}
·      Novi Asti Anjeli                   {5112}
·      Jupriadi                               {4885}
·      Ade Saputra                         {5053}
·      Robi Nopian Pratama         {4744}

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA NEGERI 1 EMPANG
TAHUN pelajaran 2016/2017





KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim………………..
Puji syukur kami  ucapkan kepada Allah SWT  pemilik alam semesta yang telah
memberikan  rahmatnya sehingga  penyusun  mempunyai semangat dan kekuatan untuk menyelesaikan  LAPORAN PRAKTIKUM PENGINDRAAN JAUH INTERPRETASI FOTO UDARA KOTA YOKYAKARTA (Kompleks UGM)  dengan baik, dan tidak lupa pula Solawat serta  salam kepada junjungan alam  Nabi besar Muhammad SAW  yang telah membimbing umatnya ke jalan yang benar.
            Laporan Praktikum interpretasi citra  yang berjudul Interpretasi Foto Udara Kota Yokyakarta (Kompleks UDM) ini berisi penjelasan – penjelasan  tentang bagaimana memahami   letak geografis dari hasil foto udara, dan apa saja objek yang ada dalam hasil foto udara tersebut harus bisa kita mengetahuinya  baik itu gedung, kebun, sungai dan lain-lain
Penyusun menyadari Laporan Praktikum interpretasi citra ini belum sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan.


Empang, Nopember 2016

             Penyusun








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………….…………………………………………………1   
DAFTAR ISI……………………………………………………………………….………………………………..2
1. PENDAHULUAN……………………………………………………………………………….………............3
1.      Latar belakang …………………………………………………………………………………….……3
2.      Alat dan bahan ………………………………………………………………………………………….3
II.TUJUAN……………………………………………………………………………………..................................3
III. LANDASAN TEORI…………………………………………………………………………………………..4
A.      Citra Foto (photographic image)………………………………………………………………....4
B.      Citra Nonfoto (non-photographic image)…………………………………………………….7
C.      Unsur Unsur Interpretasi Citra…………………………………...……………………..….……..8
1.      Rona Dan Warna……………..…..…………………………..…………………………………….8
2.      Bentuk……………………………………………………………………………………………..……8
3.      Ukuran………………………………………………………………………………….…….………...8
4.      Tekstur …………………………………………………………………………………..……...……..8
5.      Pola ………………………………………………………………………………................................8
6.      Bayangan ………………………………………………………………………………..…...............8
7.      Situs ……………………………………………………………………………………..………………9
8.      Asosiasi………………………………………………………………………………..….……………9
9.      Konvergensi………………………………………………………………………..…..,……………9

IV. HASIL INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN……………………………………………………10
A.      HASIL INTERPRETASI…………………………………………………………………………..…10
B.      PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………………11
1.      Sungai ……………………………………………………………………………………………….11
2.      Kompleks UGM……………………………………………………………………………………11
3.      Hutan Kota…………………………………………………………………………………………..11
4.      Lalan Raya…………………………………………………………………………………………..11
5.      Pemukiman………………………………………………………………………………………...12
6.      Stadion Sepak Bola……………………………………………………………………………..12
7.      Hotel………………………………………………………………………………………………….12
8.      Masjid………………………………………………………………………………………………...12
9.      Taman……………………………………………………………………………………………….12
10.  Gedung Rektorat UGM…………………………………………………………………………12
11.  Gedung Graha Sabha Pramana UGM……………………………………………………13
12.  Bundaran…………………………………………………………………………………………....13
13.  Persawahan………………………………………………………………………………………...13
V.  PENUTUP……………………………………………………………………………………………………….14
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………15
I.                   PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang

Interpretasi citra dalah suatu ilmu, seni, dan tehnik untuk mengetahui benda, gejala, dan area dari jarak jauh dengan menggunakan alat pengindra berupa sensor buatan yang digunakan dalam Interpretasi citra (dapat berupa kamera,sensor,radiometer,atau magnetometer yang di pasang pada  wahana pesawat terbang, satelit, pesawat ualang alik,dan sebangainnya).
Dari kacamata awam, aktivitas interpretasi citra  biasanya terkait dengan penafsiran atau interpretasi foto udara. Kemajuan teknologi memungkinkan analis untuk merekam dan menginterpretasi citra hasil perekaman melalui sensor yang terpasang di satelit, pesawat ulang-alik, pesawat ultraringan, dan bahkan platform dalam bentuk menara serta crane. Sensor pengindera tidak hanya berupa kamera, tetapi juga telah berkembang dalam bentuk pemindai multispektral, radar, dan juga perangkat laser.
2.     Alat Dan Bahan
1.      Plastik transparan
2.      Spidol transparan
3.      Penggaris
4.      Ballpoint/Pensil
5.      Kertas HVS


II.                TUJUAN INTERPRETASI
      Untuk mengidentifikasi objek geografi yang terdapat pada foto udara kota Yokyakarta ( kompleks UGM )



III.             LANDASAN TEORI
Interpretasi citra merupakan kegiatan mengkaji foto udara atau cita dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya obyek tersebut.didalam intepretasi citra, penafsiran citra, mengkaji citra dan berupaya melalui proses penalaran untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan menilai arti petingnya obyek yang tegambar pada citra. Dengan kata lain maka penafsiran citra berupaya untuk mengenali obyek yang tergambar pada citra. Dan menerjemahkannya kedalam disiplin ilmu tertentu seperti geologi, geografi, ekologi dan disiplin ilmu lainnya.
Interpretasi citra adalah kegiatan mengidentifikasi objek melalui citra indra jauh kegiatan ini merupakan bagian terpenting dalam identifikasi.karena tanpa dikenali objek yang ada dicitra kita tidak dapat melakukan kegitan apa-apa terhadap citra tersebut.
A.        CITRA FOTO (PHOTOGRAPHIC IMAGE)
1.  Spektrum Elektromagnetik
Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra foto dapat dibedakan atas:
a.      Foto ultraviolet, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet. Spektrum ultraviolet yang dapat digunakan untuk pemotretan hingga saat ini ialah spektrum ultraviolet dekat hingga panjang gelombang 0,29 µm.
b.     Foto ortokromatik, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0,4 µm – 0,56 µm).
c.      Foto pankromatik, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan seluruh spektrum tampak.
d.     Foto inframerah asli (true infrared photo), yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah dekat hingga panjang gelombang 0,9 µm dan hingga 1,2 µm bagi film inframerah dekat yang dibuat secara khusus.
e.      Foto inframerah modifikasi, yaitu foto yang dibuat dengan spektrum inframerah dekat dan sebagian spektrum tampak pada saluran merah dan sebagian saluran hijau.
Hingga sekarang foto pankromatik masih merupakan foto yang paling banyak digunakan di dalam penginderaan jauh sistem fotografik. Ia telah dikembangkan paling lama, harganya lebih murah bila dibanding dengan harga foto lain, dan banyak orang yang terbiasa menggunakan foto jenis ini.
2.  Sumbu Kamera
Foto udara dapat dibedakan berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi, yaitu:
a.      Foto vertikal, yakni foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.
b.     Foto condong, yakni foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi. Sudut ini pada umumnya sebesar 10o atau lebih besar. Apabila sudut condongnya berkisar antara 1o – 4o, foto yang dihasilkannya masih dapat digolongkan sebagai foto vertikal.
                 Foto condong dibedakan lebih jauh atas:
a.    Foto sangat condong (high oblique photograph), yakni bila pada foto tampak cakrawalanya.
b.    Foto agak condong (low oblique photograph), yakni bila cakrawala tidak tergambar pada foto.
3.  Sudut Liputan Kamera
Sudut liputan kamera diukur sepanjang diagonalnya. Paine (1981) membedakan citra foto berdasarkan sudut liputan (angular coverage) kamera atas empat jenis yang terlihat pada tabel di bawah ini:

Tabel: Sudut Liputan
Jenis Kamera
Panjang Fokus (mm)
Sudut Liputan
Jenis Foto
Sudut kecil (narrow angle)
304,8
< 60o
Sudut kecil
Sudut normal
(normal angle)
209,5
60o – 75o
Sudut normal
Sudut lebar (wide angle)
152,4
75o – 100o
Sudut lebar
Sudut sangat lebar
88,9
> 100o
Sudut sangat lebar



4.     Jenis Kamera
Berdasarkan kamera yang digunakan di dalam penginderaan, citra foto dapat dibedakan atas:
a.      Foto tunggal, yaitu foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Tiap daerah liputan foto hanya tergambar oleh satu lembar foto.
b.     Foto jamak, yaitu beberapa foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama. Foto jamak dapat dibuat dengan tiga cara, yaitu dengan: Multikamera atau beberapa kamera yang masing-masing diarahkan ke satu daerah sasaran; Kamera multilensa atau satu kamera dengan beberapa lensa; Kameratunggal berlensa tunggal dengan pengurai warna.
5.     Warna Yang Digunakan
Berdasarkan warna yang digunakan, foto berwarna dibedakan atas:
a.    Foto berwarna semu (false color) atau foto inframerah berwarna. Pada foto berwarna semu, warna obyek tidak sama dengan warna foto. Obyek seperti vegetasi yang berwarna hijau dan banyak memantulkan spektrum inframerah, tampak merah pada foto.
b.    Foto warna asli (true color), yaitu foto pankromatik berwarna.
6.     Sistem Wahana
Ada dua jenis foto yang dibedakan berdasarkan wahana yang digunakan, yaitu:
a.    Foto udara, yakni foto yang dibuat dari pesawat udara atau dari balon.
b.    Foto satelit atau foto orbital, yakni foto yang dibuat dari satelit.











B.        CITRA NONFOTO (NON-PHOTOGRAPHIC IMAGE).
1.       Spektrum Elektromagnetik
Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan dalam penginderaan, citra nonfoto dibedakan atas:
a.    Citra inframerah termal, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum inframerah termal. Penginderaan pada spektrum ini mendasarkan atas beda suhu obyek dan daya pancarnya yang pada citra tercermin dengan beda rona atau beda warnanya.
b.    Citra radar dan citra gelombang mikro, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum gelombang mikro.
2.       Sensor
Berdasarkan sensor yang digunakan, citra non foto dibedakan atas:
a.    Citra tunggal, yaitu citra yang dibuat dengan sensor tunggal.
b.    Citra multispektral, yaitu citra yang dibuat dengan saluran jamak. Berbeda dengan citra tunggal yang umumnya dibuat dengan saluran lebar, citra multispektral pada umumnya dibuat dengan saluran sempit.
3.       Wahana
Berdasarkan wahananya, citra nonfoto dibedakan atas:
a.    Citra dirgantara, yaitu citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara atau dirgantara.
b.    Citra satelit, yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar. Citra satelit lebih jauh dibedakan atas penggunaan utamanya, yaitu: citra satelit untuk penginderaan planet, citra satelit untuk penginderaan cuaca, citra satelit untuk penginderaan sumberdaya bumi, citra satelit untuk penginderaan laut.

Data interpretasi citra  dapat berupa data numerik maupun data visual. Oleh karena itu interpretasi datanya dilakukan secara digital bagi data numerik dan secara manual bagi data visual. Interpretasi data  dilakukan untuk mengubah data numerik atau data visual menjadi informasi bagi keperluan tertentu. Analisis dalam bidang tertentu kemudian dilakukan berdasarkan informasi yang berasal dari data interpretasi citra  tersebut. Berikut ini dikemukakan interpretasi data penginderaan jauh secara manual maupun secara digital.
C.         UNSUR UNSUR INTREPRETAASI CITRA
            Interpretasi foto udara disesuaikan dengan kenampakan pada citra dan ciri ciri dari objek yang ada dilapangan. Alat untuk menginterpretasi citra pengindraan jauh yaitu stereoskop. Unsur interpretasi citra ada 9 (Sembilan) yaitu:
1)     Rona dan warna; rona merupakan tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra. Warna merupakan wujud yang tampak dengan menggunakan spectrum yang sempit. Contoh: batuan kapur tanpak cerah.
2)     Bentuk adalah kerangka suatu objek. Contoh: gunung api bentuk kerucut.
3)     Ukuran dalah atribut objek berupa jarak, luas, tinggi, lereng, dan volume. Contoh: lapngan olahraga selain di cirikan bentuk segi empat, tetapi juga di cirikan ukuran 80 m x 100 m (lapangan sepak bola) dan 15 m x 30 m (lapangan tenis).
4)     Tekstur adalah frekuensi  perubahan rona dan citra, tekstur sering di nyatakan dengan kasar,sedang, dan halus. Contoh: hutan berstektur kasar.
5)     Pola adalah ciri yang menandai banyaknya objek bentukan manusia atau alam. Contoh: pola aliran sungai denritik mencirikan tanah dan batuan yang sama.
6)     Bayangan adalah bayangan objek yang dapat di jadikan kunci pengenalan objek yang tampak,justru melalui bayangannya. Contoh: bak air yang di pasanng tinggi.
7)     Situs adalah ciri objek secara lansung melainkan dalam kaitannya dengan lingkugan sekitarnya. Contoh: situs kebun kopi terletak pada lahan yang miring karna membutuhkan drainase yang baik.
8)     Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lain sehingga asosiasi dapat dijadikan petunjuk bagi adanya objek lain. Contoh: lapangan bola mudah diidentifikasi denagn danya gawang. Gawang merupakan asosiasi terhadap lapangan.
9)     Konvergensi bukti adalah penggunaan beberapa interpretasi citra sehingga lingkupnya menjadi semakin menyempit ke satu arah sehingga diperoleh kesimpulan tentu dari objek tersebut.



















IV.              HASIL INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN

A.              HASIL INTERPRETASI











 
































B.              PEMBAHASAN

1.      Sungai

Sungai dalam hasil citra Kota Yokyakarta (kompleks UGM) memiliki warna hijau sedikit kelabu karna hasil pembiasan air sungai yang cukup jernih mengakibatkan warna sedikit kelabu. Kemudian untuk mengetahui sunga dari hasil citra tersebuat juga bias kita lihat dari pinggiran sungai yang mempunyai banyak vegetasi dan biasaanya di sepanjang sungai banyak di tumbuhi pepohonan, biasanya juga sungai itu identik dengan bentuknya yang berkelok kelok disebabkan oleh faktor alam itu sendiri.
2.      Kompleks Gedung UGM  
Kompleks gedung UGM di kenali melalui bentuk bangunanya menyeruapai huruf L,H,P,U,T dst, kemudian lokasinya berdekatan satu sama lain dengan kata lain berkompleks kemudian ukuranya lebih besar dan panjang dari rumah pemukiman warga.
Warna yang terlihat dari gedung tersebut kemerah- merahan karna atap bangunanya biasanya memakai genteng
3.      Hutan Kota
Hutan kota yang terdapat dalam citra terlihat permukaannya kasar menghasilkan rona yang gelap dan warnanya hijau gelap. Permukaan  kasar di hasilkan dari banyaknya pohon yang tinggi dan besar yang ukuranya tidak sama
Kita lihat dengan kasat mata terdapat bundaran –bundaran kecil tak beraturan, bundaran kecil tersebut itu adalah pohon.
4.      Jalan Raya
Hal yang paling mudah kita kenal bahwa itu adalah jalan raya adalah bentuknya garis lurus menajang dan memiliki bayak cabang atau percabangan. Warnanya  cerah keputih-putihan dan biasanya di sepanjang jalan raya di bewarna hijau karna di tumbuhi pepohonan yang ridang.
Akiabat dari warna cerahnya jalan raya  disebabkan oleh lebih sedikit menyerap tenaga dan lebih banyak memantulkan tenaga


5.      Pemukiman
Permukiman dapat kita ketahui dari pola tidak beraturan, dengan bentuk dan jarak yang  tidak sama. Biasanya  ukuran dari bangunanya relative kecil dari yang lainya                                                                                    
Kita juga bisa melihat  perumahan di Kota Yoyakarta (komplek UGM) ini dalam komplek perumahan jarang terlihat pepohonan karna susunan rumahnya yang relative dekat dan berjejer.
6.      Stadion Sepak Bola
Lapangan olahraga bisa kita ketahui melalui bentuknya yang begitu khas yaitu persegi panjang dan telihat lapang tidak terdapat vegetasi menjadikan sinar pantulan foto langsung dipantulkan sehingga warna yang muncul tampak cerah, biasanya pada area ujung persegi panjang tersebut  sedikit terlihat putih yang menandakan disanalah letak gawangnya.
Lapangan sepak bola yang terlihat dicitra berbentuk memiliki laintasan lari dan berbentuk elips.
7.      Hotel
Hotel dapat kita kenali dalam hasil citra terrsebut dari adanya kolam yang berwarna biru di sekitar bangunan (hotel). Kolam adalah salah satu pasilitas yang di miliki oleh hotel untuk pemandian dan untuk keperluan lainnya.
8.      Masjid
Masjid dapat dikenali dari bentunya yang reratif persegi dan bentuk khas dari kubahnya yang terdapat di tengah – tengah bangunan dan biasanya masjid memiliki halaman di sekitarnya
9.      Taman
Taman dapat kita kenali dari hasil citra tersebut dari bentuknya lapang dan pantulan cahayanya terang. Susunan pepohonan yang tumbuh dalam area tersebut tersusun denagn pola-pola teratur tidak seperti hutan yang susunan pohonya tidak tertur
10.  Degung Rektorat UGM
Gedung Rektorat UGM di kenali dari ukuran bangunanya yang relative besar dari sekitar komplek UGM, kemudian membentuk menyerupai persegi dan di tengahnya kosong.

11.  Graha Sabha Pramana UGM
 Kegunaan Graha Sabha Pramana untuk tempat parkir mobil civitas akademika acara/kegiatan yang diadakan antara lain Wisuda Diploma, Sarjana, S2 & S3, Job Fair, Research Week, Ekstra kurikuler, dll.
12.  Bundaran
Bundaran jalan raya terdapat pada perempatan jalan raya yang di tandai dengan adanya objek hijau bundar di tengah jalan raya tersebut.
Dalam hasil citra Kota Yoyakarta (komplek UGM)  tersebut dapat kita temui 3 bundaran jalan raya.
13.  Persawahan
Sawah  biasanya berbentuk persegi panjang dan terdapat di daerah yang dekat dengan aliran sungai sebab sawah membutuhkan pengairan yang baik dan cukup. Sawah irigasi dari hasil foto udara tersebut mempunyai warna hijau gelap, lapang dan sedikit vegetasi.

















V.                 PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah kami lakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil dari interpretasi citra Kota Yokyakarta (kompleks UGM) :
1.      Tujuan dari interpretasi kita adalah untuk mengidentifikasi objek geografi yang terdapat pada foto udara kota Yokyakarta ( kompleks UGM )
2.      Landasan teori yang kami bahas disini ada beberapa diantaranya: Citra foto (photographic image), Citra nonfoto (non-photographic image), unsur- unsur interpretasi citra. Dari landasan teori tersebut kita melangkah dan menjadi dasr kita  dalam melakukan interpretasi citra tersebut
3.      Hasil interpretasi citra Kota Yokyakarta (kompleks UGM) kita telah menemukan  13 poin penting yang kami temukan dalam hasil citra tersebut. Kita memberikan simbol dan kode kode tersendiri dalam menentukan objek yang kita amati kemudian kita memberikan delinasi di sekitas objek tersebut
4.      Pembahasan kita disini membahas poin yang 13 tadi dari hasil interpretasi. Disini kita memberikan penjelasan lebih terperinci apa alasan kami dalam menentukan objek tesebut.

B.      SARAN
     
Demikian hasil laporan kami tentang Interpretsi citra Kota Yokyakarta (kompleks UGM). Semoga laporan kami bisa menjadi bahan rukukan dalam mata pelajaran Geografi kedepannya  semoga bisa memberikan mamfaat bagi kita semuadan menambah wawasan kita tentang interpretasi foto uadara  ini
            Kami sadar sebagai penyusun laporan ini jauh dari kesempurnaan dalam melakukan interpretassi ini oleh karenanya, kami sangat mengharapkan kepada kita semua untuk memberikan kritik dan saran yang tentunya bersifat membangun untuk kemajuan kita bersama.






DAFTAR PUSTAKA
.   Eni Anjani dan Tri Haryanto,2009,Geografi Untuk Kelas XII SMA/MA, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
.   Bahpira dan Mulya, 2009,  Mandiri Geografi SMA Kelas XII, Jakarta: Erlangga




Selasa, 08 November 2016

arti kebersamaan (XII IPS 3 in SMA 1 EMPANG)

Hari ini adalah hari yang tak akan saya lupakan seumur hidup saya, di SMA 1 EMPANG khususnya karna kita hari ini berkumpul dan berbicara membayangkan bagaiman kedaan kita nanti kalau sudah berpisah. Pasti
sangat berbedaa dan sangat sulit bisa kita percaya bahwa waktu kita untuk bersama sudah tidak akan lama lagi. Kita jangn siasakan waktu kita yang sangat singkat ini kawan…..
Hari ini saya diiringi oleh tangisan kalian yang mengisaratkan tentang kerinduan dan tak mau melepaskan kita semua… tangisannya fifit yang sangat menyentuh,,,,, tangisan novi yang menadakan penyesalan atas semua kesalahan nya ….. tangisan sindi yang menandakan seribu rasa yang bercampur takut kehilangan semuanya…..
Hari ini kita berkumpul saya juga merasakan hal yang sama dengan kalian kawanku… apalagi diiringi oleh lagu lagu kenagan yang sangat menyentuh……………….
Tangisan novi yang begitu panjang……. Membuat saya makin meridukan kalian semua apalagi kalian sudah bersama saya 2 tahun lebih ini dan ada juga yang sudah kami bersam selama 3 tahun lamanya. Itu waktu yang tidak singkat dalam perjalanan waktu itu banyak kenagan kengan yang berkenang dalammemory hidup ini…
Ouh…………………………………..
Aku sangat merasa sekarang begitu berarti kalian semua dalam perjalan hidup aku sekarang baru saya rasakan aku sangat takut kehilangan kalian semua

Aku takut…………. Takut sekali ……… mengapa hati ini begitu berkecamuk hari ini…..ini mendakan kita semua sangat erat hubungan kita dalam bersama selama ini…………………

Sabtu, 16 April 2016

DINAMIKA PENDUDUK PEDESAAN

DINAMIKA PENDUDUK PEDESAAN

Secara sosiologis, mentalitas individu dominan dibentuk oleh situasi tata pergaulan dalam masyarakat, termasuk di dalamnya tekanan hidup. Masyarakat tradisional yang tinggal di desa pada umumnya masih lugu, polos, jujur, lemah dan pamrih, semangat solidaritas tinggi dan murni. Adapun factor yang mempengaruhi mentalitas tersebut adalah sbb.
1)  Tekanan hidup terasa lebih ringan.
2)  Masih memiliki waktu yang cukup dan seimbang antara rohaniah dengan keduniawian.
3)  Letaknya di perdalaman berakibat belum banyak dicemari pengaruh media masa.
4)  Kehidupan paguyuban menjadikan warga saling mengenal dan akrab.
Masyarakat perdesaan atau rural community merupakan masyarakat yang pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani, berkebun, berladang. System kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan mempunyai hubungan yang erat serta mendalam di antara anggotanya.
Cara bertani masih dilakukan dengan tradisional dan tidak efisien karena belum dikenal mekanisasi dalam pertanian. Kegiatan bertani hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga atau masyarakatnya sendiri, bukan untuk dijual.
Ditinjau dari aspek kepemimpinan, hubungan antara pemimpin dan rakyat berlangsung secara informal. Seorang pimpinan memiliki beberapa kedudukan dan peranan yang sulit dipisahkan, sehingga segala sesuatu dipusatkan pada seorang kepala desa.
Perubahan pada masyarakat pedesaan sulit dilakukan karena pola piker masyarakat (terutama generasi tua) masih didasarkan pada tradisi. Disamping itu juga kurang meratanya proses pembangunan dan informasi sehingga menimbulkan kondisi ang kontras antara masyarakat perdesaan dengan masyarakat perkotaan.
Dengan berkembangnya iptek, informasi melalui media masa mulai masuk ke masyarakat perdesaan. Hal ini berakibat perubahan karakter/watak, bahkan menghilangkan karakter masyarakat perdesaan. Meskipun pengaruh media masa tidak selalu negatif.
Di Indonesia, desa memiliki peran penting, mengingat mayoritas penduduk tinggal di perdesaan. Menurut bintarto, desa memiliki fungsi berikut.
1) Hinterland atau daerah dukung yang berperan sebagau daerah pemberi makanan pokok yang tidak dapat dihasilkan kota.
2) Dari sudut ekonomi, berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power).
3) Dari segi kegiatan/okupasi, desa merupakan desa agraris, manufaktur, industry, dan sebagainya.
Masyarakat perdesan memiliki keyakinan yang mendalam terhadap norma sosial, sehingga mereka memiliki sifat sulit berubah. Hal ini menguntungkan dalam pembakuan akhlak dan budi perkerti, namum merugikan dalam perkembangan iptek. Kepatuhan warga bukan karena takut terhadap sanksi sosial, melainkan keyakinan mendalam akan kebenaran nilai sosial dalam norma. Factor yang mendukung kepatuhan murni yaitu :
1) Kehidupan rohani lebih tebal dan berkembang lebih subur.
2) Tuntutan hidup relative ringan.
3) Letaknya yang terpencil dan komunikasi tertutup menghambat masuknya pengaruh negative.

4) Jumlah penduduk relative sedikit dan saling mengenal

Jumat, 08 April 2016

MAKALAH NARKOBA






KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Karena rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan dan dapat menyusun makalah tentangg “narkoba”. Guna memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepad semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karen itu, penulis mengharapkan saran dan kritik membangun yangg dtunjukan demi kesempurnan makalah ini. semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.
                                                                                       Empang,   April 2016
                                                                                        M.FAUZIN AL HABIB





















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………..…………………..……………      i
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………     ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………...      iii
BAB I         PENDAHULUAN ……………………………………………………    1
1.         Wacana Pembuka …………………………………………………….     1
2.         Perumusan masalah ………………………………………………...     2
3.         Tujuan ………………………………………………………………………      2
4.         Manfaat …………………………………………………………………..      3
BAB II       NARKOBA …………….……………………………………………….      4
1.         Pengertian Narkoba ………………………………………………….     4
2.         Penyebaran ……………………..………………………………………      6
3.         Efek Narkoba ……………………………………………………………     7
4.         Jenis-jenis Narkoba  …………………………………………………     8
5.         Faktor Penyalahgunaan Narkoba …………………………….    10
6.         Manfaat Narkoba ……………………………………………………     11
BAB III      PENUTUP ……………………………………………..……………….     13
1.         Simpulan …………………………………………………………………….      13
2.         Saran ………………………………………..………………………………      14
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………      15





BAB I
PENDAHULIAN
1.    WACANA PEMBUKA
 beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang berdasarkan bahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang berlebihan, serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna tertentu.
Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi.
Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India dengan “Cannabis sativa” dari Barat, dimana jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia.
Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.
2.    PERUMUSAN MASALAH
1.         Apa  pengertian  dari  narkoba?
2.         Bagaimana penyebaran narkoba di masyarakat?
3.         Efek apa yang disebabkan oleh narkoba?
4.         Apa  saja  jenis-jenis narkoba?
3.    TUJUAN
1.         Untuk  mengetahui  apa itu narkoba.
2.         Untuk  mengetahui  bagaimana penyebaran narkoba di kalangan masyarakat.
3.         Untuk mengetahui efek dari narkoba.
4.         Untuk  mengetahui  jenis-jenis  narkoba.
4.    MANFAAT
1.         Mengetahui  seberapa bahayanya jika mengkonsumsi narkoba.
2.         Efek-efek apa saja jika menggunakan narkoba.
3.         Mengetahui apa sebenarnya guna narkoba.
BAB  II
NARKOBA
1.    PENGERTIAN NARKOBA
Narkoba dan Napza Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan obat berbahaya. Napza adalah singkatan dari Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Nikotik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang artinya ‘kelenger’, merujuk pada sesuatu yang bisa membuat seseorang tak sadarkan diri (fly), sedangkan dalam bahasa Inggris narcotic lebih mengarah ke obat yang membuat penggunanya kecanduan.
Narkotika secara farmakologik adalah opioida, tetapi menurut UU no 22, tahun 1997 narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Seiring berjalannya waktu keberadaan narkoba bukan hanya sebagai penyembuh namun justru menghancurkan. Awalnya narkoba masih digunakan sesekali dalam dosis kecil dan tentu saja dampaknya tak terlalu berarti. Namun perubahan jaman dan mobilitas kehidupan membuat narkoba menjadi bagian dari gaya hidup, dari yang tadinya hanya sekedar perangkat medis, kini narkoba mulai tenar digaungkan sebagai dewa dunia, penghilang rasa sakit.
Alkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan distilasi atau fermentasi tanpa distilasi, baik dengan cara memberikan perlakuan terlebih dahulu atau tidak, menambahkan bahan lain atau tidak, maupun yang diproses dengan cara
mencampur konsentrat dengan etanol atau dengan cara pengenceran minuman yang mengandung etanol.
Yang dimaksud dengan narkotika meliputi :
 Golongan Opiat : heroin, morfin, madat, dan lain-lain. Golongan Kanabis : ganja, hashish.
Golongan Koka : kokain, crack.
Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Zat Adiktif Lainnya adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.
Psikotropika menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 1997 meliputi ectasy, shabu-shabu, LSD, obat penenang/obat tidur, obat anti depresi dan anti psikosis. Zat psikotropika yang sering disalahgunakan (menurut WHO 1992) adalah :
1.         Alkohol : Semua minuman beralkohol yang mengandung etanol (Etil alkohol).
2.         Opioida : heroin, morfin, pethidin, candu.
3.         Kanabinoida : Ganja, hashish.
4.         Sedativa/hipnotika : obat penenang/obat tidur.
5.         Kokain : daun koka, serbuk kokain, crack.
Stimulansia lain, termasuk kafein, ectasy, dan shabu-shabu. Halusinogenika, LSD,mushroom, mescalin.
Tembakau (mengandung nikotin). Pelarut yang mudah menguap seperti aseton dan lem. Multipel (kombinasi) dan lain-lain, misalnya kombinasi heroin dan shabu-shabu, alkohol dan obat tidur. Zat adiktif lain termasuk inhalansia (aseton, thinner cat, lem, nikotin, kafein).
2.    PENYEBARAN
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.
3.    EFEK  NARKOBA
Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
Stimulation, efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak, contohnya ganja, heroin , putaw. Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.
Psilocin, sebuah obat halusinogen yang diperoleh dari jamur (Psilocybe mexicana). Efek yang timbul seperti dilatasi pupil, kegelisahan atau gejolak, euforia, terbuka dan mata tertutup visual (menengah umum pada dosis tinggi), sinestesia (mis. pendengaran melihat warna dan suara), meningkat suhu tubuh, sakit kepala, berkeringat dan menggigil, dan mual.
sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Dipasarkan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian. Efek fisik dapat mencakup anoreksia, hiperaktif, pupil melebar, kemerahan, kegelisahan, mulut kering, sakit kepala, takikardia, Bradycardia, tachypnea, hipertensi, hipotensi, hipertermia, diaphoresis, diare, sembelit, penglihatan kabur, pusing, berkedut, insomnia, kesemutan, jantung berdebar , aritmia, jerawat, pucat, kejang-kejang, serangan jantung, stroke, dan kematian dapat terjad
4.    JENIS-JENIS NARKOBA
Adapun jenis-jenis narkoba, yaitu :
   a. Heroin
Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan. Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.
   b. Ganja
Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.
   c. Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan pengaruh bagi pengguannya. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.
5.    FAKTOR PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Penyalahgunaan narkoba ada beberapa faktor  yaitu:
1. Lingkungan sosial
•          Motif ingin tahu: di masa remaja seseoraang lazim mempunyai rasa ingin lalu setelah itu ingin mencobanya. misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya.
•          Adanya kesempatan: karena orang tua sibuk dengan kegiatannya masing-masing, mungkin juga karena kurangnya rasa kasih saying dari keluarga ataupun karena akibat dari broken home.
•          Sarana dan prasarana: karena orang tua berlebihan memberikan fasilitas dan uang yang berlebihan, merupakan sebuah pemicu untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli narkotika untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka.
2. Kepribadian
•          Rendah diri : perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masayarakat ataupun di lingkungan sekolah, kerja dsb, mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotik, psykotropika maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan mereka tersebut sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih aktif dan berani
•          Emosional dan mental : Pada masa-masa ini biasanya mereka ingin lepas dari segala aturan-aturan dari orang tua mereka. Dan akhirnya sebagai tempat pelarian yaitu dengan menggunakan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya. Lemahnya mental seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan negatif yang akhirnya menjurus ke arah penggunaan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya.
      6.    MANFAAT NARKOBA
Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk. Kata “morfin” berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
       Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

BAB III
PENUTUP

1.    KESIMPULAN
Narkoba adalah obat obatan terlarang yang jika dikonsumsi mengakibatkan kecanduan dan  jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.
Narkoba pun ada berbagai jenis seperti: heroin, ganja, putaw, kokain, sabu-sabu,dan alkoholpun termasuk dalam golongan narkoba.
Manfaat yang dirasakan hanyalah sesaat. Tapi mudhorotnya jelas banyak sekali. Banyak organ tubuh menjadi rusak. palagi bila pakai obat bius. Dalah-salah pada saat operasi (karena suatu kejadian) bakal tak mampu lagi bius bagi para penggunanya. Yang pasti biaya untuk bisa mengkonsumsi barang-barang haram itu, sangatlah mahal. Salah-salah bisa masuk bui, kalau ketangkep aparat.
 2.    SARAN
Diharapkan setelah penulis menyusun makalah ini masyarakat sadar akan bahayanya mengkonsumsi narkoba dan menyalah gunakan narkoba.
Karena jika salah seorang sudah menggunakan narkoba dan kecanduan, orang tersebut akan mengalami jantung yang berdebar-debar, mering menguap, mengeluarkan air mata berlebihan, mengeluarkan keringat berlebihan, mengalami nyeri kepala, mengalami nyeri/nilu sendi-sendi.



DAFTER PUSTAKA

Wikipedia. 2010. “Narkoba” (online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba. diakses tanggal 12 Desember 2010, pukul 10:19 )
BNK Samarinda. 2007. “Faktor dan Akibat NArkoba” (online), (http://bnk.samarinda.go.id/index.php?q=faktor-akibat-narkoba. diakses tanggal 13 Desember 2010, pukul 21:49)