MAKALAH
KARAKTERISTIK MAHASISWA DALAM MEMPERJUANGKAN NKRI PADA
PEMBANGUNAN BANGSA
Untuk
memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Ilmu Hukum yang dibimbing oleh S Edy
Siswanto
Disusun Oleh
M.FAUZIN AL HABIB
(L1A017068)
TAHUN PERTAMA PERSAMA
UNIVERSITAS MATARAM
MATARAM
2017
KATA PENGANTAR
Assalamu’alikum
warohmatullahiwabarokatuh....
Puji syukur penyusun
panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya Saya
bisa menyelesaikan tugas Makalah Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Hukum yang
Berjudul Karakteristik Mahasiswa
Dalam Memperjuangkan NKRI Pada Pembangunan Bangsa.v Makalah
ini diajukan guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah Dasar-dasar Ilmu Hukum.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu Saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini
memberikan informasi bagi pembaca, mahasisiwa dan bermanfaat untuk pengembangan
wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarokatuh ...
Mataram, 21 Oktober 2017
Penyusun
M.Fauzin
Al Habib
DAFTAR ISI
HALAMAN
COVER
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B.
Rumusan Masalah
C.
Tujuan
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Apa Itu Mahasiswa
B.
Peran Mahasiswa
Dalam Pembangunan Bangsa
C. Peran Mahasiswa Dalam Sosial
Politik Untuk Mewujudkan Indonesia Lebih Maju
D. Peran Mahasiswa dalam Mencegah Tindak Korupsi
E. Posisi Mahasiswa Dalam Proses Penegakan Hukum Di Indonesia
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mahasiswa disini sebagai tulang punggung bangsa dan juga sebagai ujung tombak
Negara kita ini. Banyak pemuda dinegara ini, tapi yang beruntung bisa kuliah
sebagai mahasiswa dan yang tidak kuliah biasanya langsung bekerja setelah lulus
dari sekolah. Banyak mimpi yang ingin dihasilkan untuk bangsa ini dalam pundak
mahasiswa ini.
Mahasiswa harus bisa merubah image pejabat-pejabat tinggi Negara yang carut
marut pada kasus korupsi bahkan merugikan Negara yang tidak sedikit. Masih
banyak penduduk dinegara ini yang susah makan miskin dan kelaparan. Tidak ada
habisnya untuk mengulas kejadian-kejadian buruk an kelam dinegara ini
Diharapkan mahasiswa mempunyai pemikiran-pemikiran baru dan tidak basi
untuk Negara ini bahkan untuk pembangunan nasional bangsa ini. Mahasiswa
sekarang ini terkrnal kritis, aktif dan menyatakan yang benar tetaplah benar
dan yang salah tetaplah salah tidak dibenar-benarkan. Didalam kasusnya
mahasiswa mempunyai cita cita dan angan angan untuk pribadinya sendiri tapi
jangan melewatkan begitu saja kesempatan yang ia lalui untuk bangsa dan Negara
ini. Mereka harus berperan aktif juga untuk kemajuan Bangsa dan Negara ini.
B. Rumusan
Masalah
A.
Apa itu mahasiswa?
B. Bagaimana Peran
Mahasiswa Dalam Pembangunan Bangsa?
C.
Bagaimana Peran Mahasiswa Dalam Sosial Politik Untuk Mewujudkan Indonesia
Lebih Maju?
D.
Bagaimna Peran
Mahasiswa dalam Mencegah Tindak Korupsi?
E.
Bagaimna Peran
Mahasiswa Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia?
C. Tujuan
A. Untuk
mengetahui sejauh mana peranan mahasiswa dalam pembangunan bangsa ini
B. Sebagai
mahasiswa harus bisa memegang amanah terhadap negeri ini sebagai penerus
perjuangan bangsa
C. Mahasiswa
bisa mengembalikan citra petinggi negeri ini yang sedang carut marut
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Apa
Itu Mahasiswa
Mahasiswa
adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut
atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat
disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit
itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat
administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian
yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.
Menyandang
gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak,
ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar.
Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah
Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi
bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai
belahan dunia.
B. Peran Mahasiswa Dalam Pembangunan Bangsa
1.
Kontrol sosial
mahasiswa
dapat menjadi kontrol bagi berjalannya pemerintahan. Baik dalam pembuatan
kebijakan maupun peraturan yang dilakukan oleh pemerintah. Mahasiswa juga bisa
sebagai penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Aspirasi ini bisa
dilakukan oleh mahasiswa dengan salah satunya dengan cara demonstrasi, tetapi
demonstrasi yang dilakukan harus sesuai dengan peraturan dan tidak anarkis,
serta tidak merusak infrastuktrur maupun sarana dan prasarana yang ada.
2.
Perubahan
sebagai
kaum intelektual peranan mahasiswa sangat dibutuhkan dan penting dalam
perubahan bangsa. Mahasiswa dapat merealisasikan teori yang di pelajarinya di
kampus, terhadap masalah yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa juga harus
berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dan
memberikan solusi. Selain itu mahasiswa sebagai kaum intelektual adalah
generasi penerus bangsa untuk meneruskan dan menggantikan generasi sebelumnya
untuk melakukan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik dan maju.
3.
Iron stock
yaitu
mahasiswa sebagai penerus atau aset cadangan bangsa untuk melakukan perubahan.
Selain itu mahasiswa adalah harapan bangsa untuk meneruskan perjuangan di masa
depan. Sebagai golongan muda pasti pada waktunya akan menggantikan golongan
tua, baik pada orginasasi maupun pada pemerintahan. Oleh karena itu sebagai
mahasiswa sudah seharusnya kita mempersiapkan diri sebagai garda penerus
perubahan bangsa di masa depan.
Pemikiran kritis, demokratis, dan
konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa
kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di
masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah
aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri. Dalam hal ini, secara umum
mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu:
1.
Sebagai Penyampai
Kebenaran (agent of social control)
2.
Sebagai Agen
Perubahan (agent of change)
3.
Sebagai Generasi
Penerus Masa Depan (iron stock)
Mahasiswa
dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum
akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembangkan tujuan bangsa.
Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat
diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat
menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga kehidupan
diluar kampus. Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
1. Secara
santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
2. Semangat
mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa
setiap mahasiswa.
3. Sikap
kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk
mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah
mereka perjuangkan. Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum
keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan.
C. Peran Mahasiswa Dalam Sosial
Politik Untuk Mewujudkan Indonesia Lebih Maju
Indonesia adalah negara
yang kaya akan keanekaragaman dan penduduknya terbesar ke empat di dunia.
Kepadatan penduduk di daerah berbeda-beda hal ini yang menimbulkan masalah
dibidang sosial, ekomomi, politik dan budaya di indonesia.
Dalam dunia politik,
kini kepercayaan masyarakat terhadap politik khususnya partai politik semakin
menurun, jauh di bahwah kepercayaan terhadap
TNI, Presiden dan KPK. Mereka acuh tak acuh, apatis terhadap politik saat ini, di karenakan memang
banyak sekali kasus korupsi yang terjadi di bidang politik ini. Dari tahun ke
tahun tingkat kasus korupsi terus meningkat,
Ada slogan yang menyatakan bahwa “Pemuda harapan bangsa atau Maju mundurnya
suatu bangsa tergantung pada Pemudanya”. Dari slogan diatas menunjukkan bahwa
pemuda atau Mahasiswa memang akan menjadi penerus dari generasi sebelumnya,
karena ditangan pemudalah estafet kepemimpinan berikutnya akan di limpahkan.
Dan Para Pemuda / Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan, yang ditantang
untuk memperlihatkan kemampuan untuk memerankan peran itu. Mahasiswa bukan
zamannya lagi untuk menjadi pelaku pasif atau menjadi penonton dari perubahan
sosial yang sedang dan akan terjadi, tetapi harus mewarnai perubahan tersebut.
Sebagai seorang pemuda, mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang sangat
besar dalam pembangunan nasional, diantaranya adalah meningkatkan kecerdasan
dan kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan daya saing dan kemandirian
bangsa. Berikut beberapa upaya yang bisa dijalankan mahasiswa untuk
menjadikan Indonesia lebih maju dalam Sosial Politik , antara lain :
1.
Sadar bahwa manusia merupakan makhluk
Sosial
karena manusia adalah makhluk sosial, jadi manusia tidak dapat hidup
sendiri. Manusia hidup saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya
untuk keberlangsungan hidup.
2.
Memperbaiki diri dan Melakukan Perubahan
Mahasiswa harus betul-betul mengintropeksi dirinya, baik secara kognitif,
afektif dan psikomotor. Mulai menentukan tujuan, dan fokus terhadap tujuan yang
ingin diraih. Dan tidak hanya terpaku pada dunia saja, tetapi akhirat juga.
3.
Mengembangkan IPTEK
Mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh di bangku perkuliahan, agar dapat
memanfaatkan disiplin ilmu di jurusannya masing-masing untuk di aplikasikan
berupa teknologi yang berguna untuk masyarakat di Indonesia.
4.
Mempersiapkan Diri Untuk Melajutkan
Estafet Kepemimpinan
Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengambil peran dalam proses
pembangunan untuk kemajuan bangsa di masa depan dan melakukan estafet
kepemimpinan berikutnya. Dan salah satu wadah untuk mengembangkan potensi yang
dimiliki pemuda adalah dengan mengikuti organisasi, sebab organisasi merupakan
sarana paling efektif untuk menginisiasi dan melakukan perubahan tersebut dan
organisasi merupakan bentuk kecil dari pemerintahan di Indonesia.
5.
Melakukan kontrol terhadap kebijakan
pemerintah
Mahasiswa peka terhadap kebijakan pemerintah, menyampaikan aspirasi,
memberi pendapat dan solusi untuk memperbaiki kondisi sosial politik di
Indonesia.
D. Peran Mahasiswa dalam Mencegah Tindak Korupsi
1.
Peranan Pendidikan Anti Korupsi Dini Di
Kalangan Mahasiswa Dalam Mencegah Terjadinya Tindakan Korupsi
Sebetulnya inti dari pendidikan anti korupsi adalah bagaimana penanaman
kembali nilai-nilai universal yang baik yang harus dimiliki oleh setiap orang
agar dapat diterima dan bermanfaat bagi dirinya sendiri serta lingkungannya. Di
antara sifat-sifat itu ada jujur, bertanggung jawab, berani, sopan, mandiri,
empati, kerja keras, dan masih banyak lagi.
Pendidikan adalah salah satu penuntun generasi muda untuk ke jalan yang
benar. Jadi, sistem pendidikan sangat memengaruhi perilaku generasi muda ke
depannya. Termasuk juga pendidikan anti korupsi dini. Pendidikan, sebagai awal
pencetak pemikir besar, termasuk koruptor sebenarnya merupakan aspek awal yang
dapat merubah seseorang menjadi koruptor atau tidak. Pedidikan merupakan salah
satu tonggak kehidupan masyarakat demokrasi yang madani, sudah sepantasnya
mempunyai andil dalam hal pencegahan korupsi. Salah satu yang bisa menjadi
gagasan baik dalam kasus korupsi ini adalah penerapan anti korupsi dalam
pendidikan karakter bangsa di Indonesia, khususnya ditujukan bagi mahasiswa.
Karena pada dasarnya mereka adalah agen perubahan bangsa dalam perjalanan
sejarah bangsa. Pendidikan anti korupsi sesungguhnya sangat penting guna
mencegah tindak pidana korupsi. Jika KPK dan beberapa instansi anti korupsi
lainnya
menangkapi para koruptor, maka pendidikan anti korupsi juga penting guna
mencegah adanya koruptor. Seperti pentingnya pelajaran akhlak dan moral.
Pelajaran akhlak penting guna mencegah terjadinya kriminalitas. Begitu halnya pendidikan
anti korupsi memiliki nilai penting guna mencegah aksi korupsi. Satu hal yang
pasti, korupsi bukanlah selalu terkait dengan korupsi uang. Seperti yang
dilansir dari program KPK yang akan datang bahwa pendidikan dan pembudayaan
antikorupsi akan masuk ke kurikulum pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi
mulai tahun 2012. Pemerintah akan memulai proyek percontohan pendidikan
antikorupsi di pendidikan tinggi. Jika hal tersebut dapat terealisasi dengan
lancar maka masyarakat Indonesia bisa optimis di masa depan kasus korupsi bisa
diminimalisir.
2.
Hambatan dalam
Penerapan Pendidikan Anti Korupsui di Lingkungan Kampus
a.
Minimnya role-models atau
pemimpin yang dapat dijadikan panutan dan kurangnya political-will dari
pemerintah untuk mengurangi korupsi.
b.
Penegakan hukum yang tidak konsisten dan
cenderung setengah-setengah.
c.
Karena beberapa perilaku sosial yang
terlalu toleran terhadap korupsi.
d.
Struktur birokrasi yang berorientasi ke
atas, termasuk perbaikan birokrasiyang cenderung terjebak perbaikan renumerasi
tanpa membenahi strukturdan kultur.
e.
Peraturan perundang-undangan hanya
sekedar menjadi huruf mati yang tidak pernah memiliki roh sama sekali.
f.
Kurang optimalnya fungsi
komponen-komponen pengawas ataupengontrol, sehingga tidak ada check and
balance.
g.
Banyaknya celah/lubang-lubang yang dapat
dimasuki tindakan korupsipada sistem politik dan sistem administrasi Indonesia.
h.
Kesulitan dalam menempatkan atau
merumuskan perkara, sehingga daricontoh-contoh kasus yang terjadi para pelaku
korupsi begitu gampang mengelak dari tuduhan yang diajukan oleh jaksa.
i.
Taktik-taktik koruptor untuk mengelabui
aparat pemeriksa dan masyarakat yang semakin canggih.
j.
Kurang kokohnya landasan moral untuk
mengendalikan diri dalam menjalankan amanah yang diemban.
E. Posisi
Mahasiswa Dalam Proses Penegakan Hukum Di Indonesia
Kaitannya dengan penegakan hukum di
Indonesia, merujuk konsep Satjipto Rahardjo ada tiga komponen utama yang
terlibat dalam proses penegakan hukum, diantaranya:
·
unsur pembuat undang-undang,
·
unsur penegak hukum
·
lingkungan meliputi warga negara dan sosial.
Melihat
dari ketiga unsur tersebut, posisi mahasiswa terletak pada unsur lingkungan
atau masyarakat. Unsur lingkungan dan masyarakat ini kebanyakan merupakan
pelaku sasaran hukum.
Masalah penegakan hukum di Indonesia seperti
uraian diatas lebih mengarah kepada mental penegak hukum yang bobrok, mudah
rapuh dan goyah. Semua harusnya diawali dengan pribadi yang berkarakter. Disini
mahasiswa memiliki peran dan fungsi sebagai cadangan masa depan atau calon pengganti
pemimpin pemerintahan di era selanjutnya. Dengan sifat sekuat besi yang kokoh
dan kuat, diharapkan mahasiswa dapat membawa bangsa ini menjadi bangsa yang
mandiri, tidak mudah goyah dengan setiap persoalan yang terjadi, berprinsip dan
tentunya menuju ke arah perubahan yang lebih baik.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mahasiswa
adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut
atau akademi. mahasiswa dapat menjadi kontrol bagi berjalannya pemerintahan.
Baik dalam pembuatan kebijakan maupun peraturan yang dilakukan oleh pemerintah.
Mahasiswa juga bisa sebagai penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Mahasiswa
memang akan menjadi penerus dari generasi sebelumnya, karena ditangan pemudalah
estafet kepemimpinan berikutnya akan di limpahkan. Dan Para Pemuda / Mahasiswa
adalah calon pemimpin masa depan, yang ditantang untuk memperlihatkan kemampuan
untuk memerankan peran itu. Mahasiswa bukan zamannya lagi untuk menjadi pelaku
pasif atau menjadi penonton dari perubahan sosial yang sedang dan akan terjadi,
tetapi harus mewarnai perubahan tersebut.
Inti dari pendidikan anti korupsi adalah bagaimana
penanaman kembali nilai-nilai universal yang baik yang harus dimiliki oleh
setiap orang agar dapat diterima dan bermanfaat bagi dirinya sendiri serta
lingkungannya. Di antara sifat-sifat itu ada jujur, bertanggung jawab, berani,
sopan, mandiri, empati, kerja keras, dan masih banyak lagi.
Masalah penegakan hukum di Indonesia seperti uraian diatas
lebih mengarah kepada mental penegak hukum yang bobrok, mudah rapuh dan goyah.
Semua harusnya diawali dengan pribadi yang berkarakter. Disini mahasiswa
memiliki peran dan fungsi sebagai cadangan masa
depan atau calon pengganti pemimpin pemerintahan di era selanjutnya.
B. Saran
Mahasiswa
sebagai harapan masa depan bangsa ini
harus bisa mengawal terus dinamika yang terjadi dalam pembangunan
bangsa, karena mahasiswa mempunyai kebebasan dan jiwa yang masih muda
diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan
kebenaran-kebenaran dan menyampaikan aspirasi dari bawah.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar